Kulukis anggun parasMU di angkasa
Dengan tinta & pena sang surya
Serta gemawan putih yang berbaris itu layaknya kertas
Begitu bersih
Tiap lekuk tubuhMU adalah sajak
Seperti puisiku yang menyetubuhi hati dan jiwa yang mengerti
& Cinta kepada-Nya memang tak mengenal gravitasi
Semacam distorsi yang meradang bagai kabut tsunami
Kau keindahan..
Kau keagungan..
Kau kematian..
Kau kehidupan..
Kau kedamaian..
KelembutanMU..
KeabadianMU..
KasihMU..
Dan kukatakan kepada-NYA
GOD ... I Love U ... So Much...
Sep 1, 2010
Aug 9, 2010
SEMANGAT 170845
Melangkah di jalan ini
Menarik nafas seakan menjadi sebuah kemewahan
Belum lagi terhembus sempurna, telepon genggam memaki kebisuan
Detik ini menantimu di ruang yang lain
Waktu sekan tak pernah bisa ku taklukkan
Sekeranjang persoalan merengek, meminta menggelayuti
Nadi 17-08-1945.... Pahlawan
Tak henti kau semaikan janin-janin kebebasan
Kau ajarkan bagaimana merebut hak-hak terampas
Kekuasaan di tangan kita, dari Tuhan
Selalu dan hanya itu dimulutmu
Dan sekarang... semua orang serentak berteriak :
MERDEKA !!! MERDEKA !!!
Menarik nafas seakan menjadi sebuah kemewahan
Belum lagi terhembus sempurna, telepon genggam memaki kebisuan
Detik ini menantimu di ruang yang lain
Waktu sekan tak pernah bisa ku taklukkan
Sekeranjang persoalan merengek, meminta menggelayuti
Nadi 17-08-1945.... Pahlawan
Tak henti kau semaikan janin-janin kebebasan
Kau ajarkan bagaimana merebut hak-hak terampas
Kekuasaan di tangan kita, dari Tuhan
Selalu dan hanya itu dimulutmu
Dan sekarang... semua orang serentak berteriak :
MERDEKA !!! MERDEKA !!!
Subscribe to:
Posts (Atom)
